Home Ekonomi Akuntansi Mengenal Kualitas Audit

Mengenal Kualitas Audit

152
0
SHARE
Audit - Aoccountingweb.com -
Audit - Image: Aoccountingweb.com -

Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/03/2008, pengukuran kualitas audit atas laporan keuangan, khususnya yang dilakukan oleh APIP, wajib menggunakan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Dalam lampiran 3 SPKN (paragraf 7) disebutkan bahwa :

“Besarnya manfaat yang diperoleh dari pekerjaan pemeriksaan tidak terletak pada temuan pemeriksaan yang dilaporkan atau rekomendasi yang dibuat, tetapi terletak pada efektivitas penyelesaian yang ditempuh oleh entitas yang diperiksa. Hal pengukuran kualitas audit memerlukan indikator-indikator antara lain kualitas proses, apakah audit dilakukan dengan cermat, sesuai prosedur, sambil terus mempertahankan sikap skeptis yang dibangun sejak awal pelaksanaan audit hingga pelaporan dan pemberian rekomendasi.”

Probabilitas auditor untuk menemukan dan melaporkan pelanggaran pada system akuntansi auditee, tergantung pada kemampuan teknis, independensi auditor dan pengalaman dalam melakukan pemeriksaan. Kualitas audit seperti dikatakan oleh De Angelo (1981) dalam Singgih dan Buwono (2010) yaitu sebagai probabilitas dimana seorang auditor menemukan dan melaporkan tentang adanya suatu pelanggaran dalam system akuntansi kliennya. Moize (1986) dalam Najib (2013) menyatakan bahwa;

“Pengukuran kualitas proses audit terpusat pada kinerja yang dilakukan auditor dan kepatuhan pada standar yang telah digariskan”.

Pengertian audit menurut Mulyadi (2002: 9) adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Menjaga Kualitas Audit

Setiap profesi menekankan perhatian pada mutu jasa yang diberikan, tidak terkecuali profesi akuntan publik. Mutu jasa merupakan hal yang penting untuk meyakinkan bahwa profesi telah memenuhi tanggung jawabnya menyelesaikan SKPD, masyarakat umum, serta pemerintah (Boynton, 2003: 33).

Standar Kualitas Audit

Seorang auditor dinilai bekerja dengan professional apabila dia telah mengikuti standar audit dan ukuran profesionalisme auditor bukanlah kepuasan auditee atau pihak yang meminta audit, melainkan kepatuhan terhadap standar audit (Rai 2008: 49). Dalam melaksanakan suatu audit, diperlukan standar yang akan digunakan untuk menilai mutu pekerjaan audit yang dilakukan. Standar tersebut memuat persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh sorang auditor dalam melaksanakan tugasnya, yang meliputi:

loading...
  • Bertanggung jawab terhadap mutu pekerjaan audit dengan lingkup dan komplektisitas yang bervariasi. Untuk memperoleh mutu audit yang baik, auditor harus mempunyai keahlian dan pengetahuan yang memadai sehingga mampu menghasilkan laporan audit yang akurat, berguna dan kredibel.
  • Dibutuhkan suatu sikap independensi atau ketidakpihakan dari auditor. Independensi merupakan sikap yang sangat penting dalam suatu audit karena hasil pekerjaan audit tidak dimaksudkan untuk memuaskan keinginan pihak yang diaudit (auditee). Adanya sikap independensi ini membuat seorang auditor dapat memberikan pendapat, simpulan, pertimbangan, atau rekomendasi dari hasil audit yang dilaksanakan secara tidak memihak.

Bahan Bacaan:

Boynton,  Johnson,  Kell  ,  2003.  Modern  Auditing.  Jilid  1.  Edisi  7.  Jakarta: Erlangga

Najib, Ayu Dewi. 2013. Pengaruh Keahlian, Independensi, Dan Etika Terhadap Kualitas Audit. Skripsi S1. FE Universitas Hasanudin

Peraturan Menteri Negara Penyalahgunaan Nomor PER/04/M.PAN/03/2008. Kode Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Jakarta

Peraturan Menteri Negara Penyalahgunaan Nomor PER/05/M.PAN/03/2008. Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Jakarta

Peraturan Menteri Negara Penyalahgunaan Nomor PER/220/M.PAN/7/2008. Jabatan Fungsional Auditor. Jakarta

Rai, I Gusti Agung .2008. Audit Kinerja pada Sektor Publik Konsep, Praktik, dan Studi Kasus. Jakarta: Salemba Empat

Singgih, Elisha Muliani dan Icuk Rangga. 2010. Pengaruh Independensi, Pengalaman, Due Professional Care Dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit. Simposium Nasional Akuntansi XIII. Purwokerto

Singgih, EM dan IR Bawono. 2011. Pengaruh Independensi, Pengalaman, Due Professional Care dan Akuntabilitas terhadap Kualitas Audit (Studi pada Auditor di KAP “Big Four” di Indonesia. Universitas Jenderal Soedirman pada Simposium Nasional Akuntansi XIII, Purwokerto.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here