Home Ekonomi Manajemen Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

120
0
SHARE
kepemimpinan
Leadership

Dalam pandangan Islam kepemimpinan merupakan fitrah manusia yang harus diemban, dijaga dan dikembangkan, baik dari segi memimpin diri sendiri maupun memimpin kelompok. Menurut Sutrisna (2011) terdapat tiga implikasi penting dalam kepemimpinan, yaitu kepemimpinan harus melibatkan orang lain, bawahan atau pengikut, kedua kepemimpinan mencakup distribusi kekuasan yang tidak sama diantara pimpinan dan anggota kelompok, ketiga adalah kepemimpinan sebagai kemapuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku pengikut dengan sejumlah cara.

Robbins (2008) mengungkapkan bahwa kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang ditetapkan. Menurut Hemhill dan Coons dalam Hakim (2015) kepemimpinan merupakan perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama. Sedangkan menurut Tanenbaum, dkk., dalam Hakim (2015) kepemimpinan merupakan pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.

Yukl dalam Wiratama dan Sintaasih (2013) juga menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan secara efektif, serta proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Hakim (2015) menjelaskan bahwa sumber dari kepemimpinan adalah berasal dari sifat seseorang, tradisi, kekuatan magis, prestise, kebutuhan tradisional dan kecakapan khusus atau boleh jadi karena faktor kebetulan.

Menurut Hakim (2015) teori asal kepemimpinan adalah sebagai berikut: Pertama, kepemimpinan genetis, yaitu pemimpin yang dilahirkan dan bukan dibuat atau dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan timbul sebagai pemimpin. Kedua, kepemimpinan sosiologis, yaitu pemimpin yang di buat bukan secara kodrati. Artinya adalah bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup. Ketiga, kepemimpinan ekologis, yaitu seseorang akan menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan.

Fungsi kepemimpinan

Menurut Hill dan Caroll dalam Nawawi (2003) kepemimpinan memiliki dua dimensi sebagai berikut: Dimensi yang berkenaan dengan tingkat kemampuan mengarahkan (direction) dalam tindakan atau aktivitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinnya.

Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan (support) atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemimpin.

Berdasarkan kedua dimensi itu, selanjutnya secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan. Kelima fungsi kepemimpinan itu menurut Nawawi (2003) adalah:

Fungsi instruktif, fungsi ini berlangsung dan bersifat komunikasi satu arah. Pemimpin sebagai pengambil keputusan berfungsi memerintahkan pelaksanaannya pada orang-orang yang dipimpin. Fungsi konsultif, pemimpin memerlukan bahan pertimbangan, yang mengharuskan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpin.

Fungsi partisipasi, pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Fungsi delegasi, fungsi ini mengharuskan pemimpin memilah-milah tugas pokok organisasinya dan mengevaluasi yang dapat dan tidak dapat dilimpahkan kepada orang-orang yang dipercayainya.

Fungsi pengendalian, fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif.

Tipe kepemimpinan

Menurut Rivai (2005) pemimpin mempunyai sifat, kebiasaan, watak, dan kepribadian sendiri yang khas, sehingga tingkah laku dan gayanya yang membedakan dirinya dengan orang lain. Berikut beberapa tipe kepemimpinan:

Tipe kharismatik, pada tipe ini memiliki daya tarik dan wibawa yang luar biasa sehingga pemimpin mempunyai pengaruh yang sangat besar. Totalitas pimpinan ini memancarkan pengaruh dan daya tarik yang besar.

loading...

Tipe peternalistik, pada tipe ini adalah kepemimpinan yang kebapakan, sifat-sifat kepemimpinan ini antara lain menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak atau belum dewasa, bersikap terlalu melindungi, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan sendiri, hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk berprestasi.

Tipe militeris, pada tipe ini sifat-sifat pimpinan yang militeris antara lain lebih banyak menggunakan sistem perintah kepada bawahannya, menghendaki kepatuhan yang mutlak dari bawahannya, menuntut disiplin keras dan kaku dari bawahannya, menyenangi formalitas dan upaya yang terkadang berlebihan, komunikasi hanya bersifat searah.

Tipe otokrasi, pada tipe ini mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan agar selalu dipatuhi. Setiap perintah dan kebijakan ditetapkan tanpa konsultasi dengan bawahannya tanpa informasi mendetail mengenai rencana atau tindakan yang harus dilakukan dan selalu ingin berkuasa mutlak.

Tipe laise faire, pada tipe ini pimpinan praktis tidak memimpin, sebab pemimpin membiarkan kelompoknya bertindak sendiri. Pemimpin juga tidak berpartisiasi dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya hanya merupakan pimpinan simbolis.

Tipe populis, pada tipe ini pimpinan berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisional, kurang mempercayai dukungan dan bantuan kekuatan diluar kelompoknya (luar negeri) serta mengutamakan penghidupan nasionalisme.

Tipe administrasi, tipe ini mampu menyelenggarakan administrasi yang efektif. Para pemimpinnya terdiri dari pribadi-prbadi yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Dengan kepemimpinan administrative ini, perkembangan teknis yaitu teknologi, industri, dan manajemen modern dapat tumbuh subur.

Tipe demokratis, pada tipe ini pemimpin meberikan bimbingan yang efisien kepad pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan, dengan penekanan rasa tanggung jawab internal dan kerjasama yang baik. Kepemimpinan ini kekuatannya justru terletak pada partisipasi aktif dari setiap individu mau mendengarkan nasehat dan saran dari bawahan, bersedia mengakui kemampuan para spesialis di bisangnya masing-masing. Otoritas sepenuhnya didelegasikan ke bawah dan masing-masing orang menyadari tugas dan kewajibannya.

Bahan Bacaan

Hakim, Lulman. 2015. Perilaku Organisasi. Sukoharjo: CV. Jamine.

Nawawi, Hadari. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Rivai, Veithzal dan Sagala, Ella Juavani. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktik. Cetakan Pertama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Rivai, Veithzal. 2005. Kiat Memimpin Dalam Abad ke-21. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Robbins, Stephen P dan Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi, Edisi 12 buku 2. Jakarta: Salemba Empat.

Wiratama, Nyoman J.A. dan Sintaasih, D.K. 2013. “Pengaruh Kepemimpinan, DIKLAT, dan Dipsiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Bandung”. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan. Vol. 7, No.2.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here