Home Kesehatan Kurus Tak Menjamin Kita Bebas dari Obesitas

Kurus Tak Menjamin Kita Bebas dari Obesitas

291
0
SHARE
Kurus tak berarti sehat

Tulisan ini melanjutkan tulisan sebelumnya (Overweight: Faktor penyebab dan Dampaknya). Tidak sedikit orang yang melontarkan fitnah keji yakni menuduh kegendutan sebagai obesitas. Pada dasarnya dua istilah tersebut merujuk pada suatu hal yang berbeda.

Seseorang dikategorikan gemuk apabila memiliki berat badan atau lemak berlebih dalam tubuhnya. World Health Organization (WHO) menetapkan standar untuk mengidentifikasi secara signifikan tingkat overweight, obesitas atau kekurusan melalui pengukuran Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan rumus:

IMT= Berat Badan (Kg)/Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)

Hasil perhitungan di atas kemudian dicocokkan dengan grafik pertumbuhan sesuai dengan usia dan jenis kelamin untuk mengetahui termasuk dalam kategori status gizi. Skor IMT yang termasuk ke dalam kategori normal berada pada kisaran 18,5 sampai 24,9. Skor IMT normal menunjukkan bahwa seseorang berada dalam status berat badan normal untuk tinggi badannya. Sebuah grafik BMI digunakan untuk mengkategorikan seseorang sebagai underweight, normal, kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas.

Berikut ini adalah kategori-kategori status gizi berdasarkan IMT/U:

Klasifikasi indeks masa tubuh

loading...

Gemuk berada satu level di bawah obesitas. Para dokter sendiri menjelaskan bahwa obesitas sendiri merupakan kondisi dimana massa lemak tubuh jauh melampaui dari yang seharusnya. Sedangkan kegemukan merupakan kondisi berat badan hanya melewati IMT  normal. Namun keduanya terbukti memberi dampak buruk bagi kesehatan. Intinya, lemak berlebih tidak baik bagi tubuh. Berbagai jenis penyakit bisa berasal dari kelebihan berat badan. Lantas, apakah tubuh kurus menjamin kesehatan kita?

Penelitian yang dilakukan American Medical Association menunjukkan bahwa setidaknya satu orang dari empat orang dengan tubuh yang kurus ternyata memiliki kadar kolesterol jahat, kadar gula darah, dan bahkan tekanan darah yang tinggi sehingga beresiko terkena diabetes atau penyakit jantung. Hal ini berarti kita yang bertubuh kurus tentu harus memastikan kadar gula darah, kolesterol jahat, hingga tekanan darah dalam kondisi yang rendah. Kita bisa melakukan tes darah dan jika kondisi gula darah kita kurang dari 100 mg/dl, kondisi kolesterol baik lebih dari 60 mg/dl, kondisi trigliserida kurang dari 100 mg/dl, dan hasil pengukuran tekanan darah masih dalam kondisi normal, maka tubuh kita masih dalam kondisi yang baik-baik saja. Untuk memastikan tubuh kita tetap sehat, kita tentu harus menjalankan gaya hidup yang sehat dengan banyak mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup dan berkualitas, serta melakukan olahraga yang teratur

 

Bahan Bacaan:

Astawan, M. 2004. Kiat Menjaga Tubuh Tetap Sehat. Solo : Tiga Serangkai

Kemenkes RI.  2010.  Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia N0. 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak.

Khomsan, A. 2003. Pangan dan gizi untuk kesehatan. Jakarta: PT raya Grafindo persada.

Mendoza, J.A., Fred J.Z., and Dimitri, A.C. 2007. Television viewing, computer use, obesity, and adiposity in US preschool children. International Journal of Behavioral Nutrition And Physical Activity. Vol 4, No.44, Pp 1479-5868.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here