Home Kesehatan Kenali Keputihan dan Cara Mencegahnya

Kenali Keputihan dan Cara Mencegahnya

565
0
SHARE
Keputihan

Keputihan pada perempuan adalah hal lumrah. Pada dasarnya kaum wanita pada masa setiap bulannya mengeluarkan cairan bening dari liang vagina, yang biasanya terjadi pada saat menjelang ataupun setelah menstruasi.

Didunia medis, keputihan lebih sering dikenal dengan istilah leukore atau flour albus. Menurut Kusmiran (2011) keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina baik berbau maupun tidak berbau dan disertai rasa gatal didaerah kewanitaan.

Menurut Manuaba, 2001) pengertian lebih khusus keputihan merupakan infeksi jamur kandida pada genetalia wanita yang disebakan oleh organisme ragi yaitu candida albicans.

Jenis Keputihan

Keputihan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu:

Keputihan Normal (Fisiologi). Keputihan normal dapat terjadi pada masa menjelang ataupun sesudah menstruasi, pada sekitar fase sekresi hari ke 10 16 saaat menstruasi, juga bisa terjadi karena rangsangan seksual. (Manuaba, 2001)Keputihan normal

Keputihan yang normal memiliki ciri-ciri; encer, berwarna kream atau bening, tidak berbau, tidak menyebabkan gatal, serta jumlah cairan yang keluar terbilang sedikit.

Keputihan abnormal (Patologi). Keputihan abnormal biasa terjadi pada alat genetalia (Infeksi Bibir kemaluan, liang senggama,mulut rahim, rahim dan jaringan penyangga, dan pada infeksi penyakit hubungan seksual) (Manuaba, 2001). Keputihan abnormal biasanya dapat disebabkan oleh infeksi, biasanya disertai rasa gatal didalam vagina dan disekitar bibir vagina bagian luar, sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur, ataupun juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan kesaluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

keputihan abnormal

Adapun ciri-ciri dari keputihan abnormal biasanya kental, berwarna putih seperti susu, atau berwarna kuning atau bahkan berwarna kehjauan, terasa gatal, berbau yang tidak sedap. Biasanya keputihan abnormal menyisakan bercak-bercak yang terlihat pada celana dalam wanita. Selain itu, jumlah cairan yang keluar sangat banyak.

Penyebab Keputihan

Keputihan bukan merupakan penyakit, melainkan hanya suatu gelaja penyakit, sehingga penyebab yang pasti perlu ditetapkan.

Menurut Abab (2003) penyebab paling sering dari keputihan abnormal adalah infeksi. Organ genetalia pada wanita yang biasa terkena infeksi adalah vulva, vagina, leher rahim, dan rongga rahim, infeksi ini dapat disebabkan oleh:

1. Bakteri (Kuman)

Gonococcus

Keputihan yang disebabkan oleh bakteri ini biasanya akibat hubungan seksual, yang paling sering ditimbulkan adalah gonore. Pada laki-laki penyakit ini menyebabkan kencing nanah, sedangkan pada perempuan menyebabkan keputihan.

Chlamydia Trachomatis

Keputihan yang disebabkan oleh bakteri ini biasanya tidak begitu banyak dan lebih encer bila dibandingkan dengan penyakit gonore.

Gardnerella Vaginalis

Keputihan yang disebabkan oleh bakteri ini biasanya berwarna putih keruh keabu-abuan, agak lengket dab berbau amis seperti ikan disertai rasa gatal dan panas pada vagina.

2. Jamur Candida

Candida merupakan jamur normal pada rongga mulut, usus besar, dan vagina. Apabila jamur Candida di vagina terdapat dalam jumlah besarmaka menyebabkan keputihan yang dinamakna Kandidosis vaginalis. Gejala yang timbul biasanya sangat bervariasi tergantung dari berat ringannya infeksi.cairan yang keluar biasanya kental, berwana putih seperti susu dan bergumpal seperti susu pecah, disertai rasa gatal yang snagt hebat, tidak berbau dan berbau asam. Daerah vulva dan vagina meradanag disertai maserasi, fisura, dan kadang disertai populopustular.

Keputihan akibat jamur Candida biasanya terjadi pada waktu hamil, dan biasanya berakibat penularan paba bayinya saat melahirkan dengan cara normal. Penularan tersebut terjadi karena jamur tersebut akan tertelan dan masuk keusus. Dalam mulut, jamur akan menyebabkan sariawan.

3. Parasit

Parasit ini menimbulkan penyakit trikomonialis. Keputihan yang disebabkan oleh parasit ini biasanya bersifat encer, berwarna kuning kehijauan, berbuih menyerupai air sabun, dan berbau tidak enak, dan biasanya tidak terlalu gatal dan biasanya di vagina nampak merah dan sakit bila ditekan serta pedih saat beuang air kecil. Keputihan akibat parasit ini biasanya menimbulkan bintik-bintik perdarahanseperti buah strowberry, apabila keputihan keluar terlalu banyak dapat menimbulkan iritasi pada lipatan paha dan sekitar bibir genetalia. Parasit lain yang juga menyebabkan keputihan adalah cacing kremi, cacing ini biasanya menyerang pada anak usia 2 – 8 tahun. Keputihan akibat cacing kremi biasanya disertai rasa gatal, sehingga anak sering menggaruk genetalianya sampai menimbulkan luka.

4. Virus

Keputihan akibat virus biasanya disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (VHS) tipe 2 dan Human Papiloma Virus (HPV). Keluhan yang timbul pada infeksi VHS tipe 2 berupa rasa terbakar, nyeri, atau rasa kesemutan pada tempat masuknya virus. Pada pemeriksaan biasanya tamapk gelembung-gelembung kecil berisi vesikel (Cairan), berkelompok, dengan dasar kemerahan yang cepat pecah dan membentuk tukak yang basah. Pada wanita biasanya disertai keluhan nyeri saat kencing, keputihan, dan radang dimulut rahim. Penyebabnya timbulnya kembali penyakit ini adalah stres, aktivitas sek, sengatan matahari, beberapa jenis makanan dan kelelahan.

Selain disebabkan oleh infeksi, keputihan juga bisa disebabkan oleh hal berikut ini:

1. Benda asing dalam vagina

loading...

Benda asing divagina akan merangsang produksi cairan yang berlebihan, misalnya dapat berupa tampon, kondom yang tertinggal didalam akibat lepas saat melakukan senggama, cincin pesarium yang dipasang pada penderita hernia organ kandungan (prolaps Uteri), atau pada wanita yang memaki KB IUD.

2. Penyakit organ kandungan

Keputihan juga dapat timbul akibat penyakit organ kandungan, seperti peradangan, tumor ataupun kanker. Pada tumor papiloma, sering menyebabkan keluarnya cairan encer, jernih, dan tidak berbau. Pada kanker rahim atau kanker serviks cairan yang lkeluar bisa banyak disertai bau busuk dan kadang disertai dengan darah.

3. Penyakit menahun atau penyakit kronis

Kelelahan, anemia, sakit yang telah berlangsung lama, perasaan cemas, kurang gizi, usia lanjut, terlalu lama berdiri dilingkungan panas, peranakan turun (Prolaps uteri) dan dorongan seks tidak terpuaskan dapat juga menimbulkan keputihan. Keputihan juga menimbulkan keadaan lain seperti penyakit Diabetes Mellitus, kehamilan, memakai kontrasepsi yang mengdung estrogen-progesteron seperti pil kB, atau memaki obat Streroid jangka Panjang.

4. Gangguan keseimbangan hormon

Hormon estrogen yang dihasilkan oleh indung telur akan berkurang pada perempuan menjelang dan sesudah menopouse, yang menyebabkan dinding vagina menjadi kering, produksi glikogen menurun dan Lactobacilli menghilang. Sehingga menyebabkan menghilangnya suasana  asam yang menyebabkan vagina dan uretra mudah terinfeksi dan sering timbul gatal. Akibat rasa gatal dalam vagina yang menyebabkan wanita sering menggaruk dalam daerah tersebut sehingga menyebabkan luka yang mudah terinfeksi dan menyebabkan keputihan.

Pada masa pubertas, remaja putri masih mengalami ketidakseimbanagn hormonal, yang mengakibatkan remaja putri sering mengeluh keputihan selama beberpa tahun dan sesudah menarche (haid yang pertama kali).

5. Fistel divagina

Terbentuknya fistel (saluran patologis) yang menghubungkan vagina dengan kandung kemih atau usus, bisa terjadi akibat cacat bawaan, cedera persalinan, kanker, serta akibta penyinaran pada pengobatan kanker serviks. Kelainan ini yang menyebabkan timbulnya cairan di vagina yang bercampur feses atau air kemih (Katharini, 2009).

Pencegahan Keputihan

Selalu membersihkan organ intim dengan menggunakan pembersih yang tidak menyebabkan gangguan kestabilan pH pada daerah vagina, atau dengan mengganti pakaian dalam dua kali ehari atau bila sudah terasa lembab.

Dalam keadaan haid dan memakai pembalut, jangan menggunakan celana yang longgar, supaya pembalut tidak bergeser. Dan sering mengganti pembalut.

Jangan menggunakan bedak atau bubuk pada vagina hanya karena untuk membuat vagina ahrum dan kering, karena bedak bersifat sangat kecil dan halus yang menyebabkan mudah terselip dan tidak dapat dibersihkan, sehingga menyebabkan datangnya jamur pada vagina.

Keringkanlan selalu vagina anda setelah mandi, cebok atau mencuci vagina sebelum perpakaian. Cara cebok yang benar adalah dengan cara dari depan kebelakang. Jika terbalik, ada kemungkinan masuknya bakteri atau jasad renik dari dubur ke alat genetalia dan saluran kencing.

Menghindari penggunaan celana dalam yang ketat atau bahan tidak menyerap keringat seperti nilon, serta tidak memakai celana yang berlapis-lapis atau celana yang terlalu tebal karena akan menyebabkan kondisi lembab di daerah genetalia. Serta gunakanlah celana luar yang memeliki pori-pori cukup. Keadaan yang lembab akan menimbulkan pertumbuhan jamur. Dan uasahakan memakai celana dalam dari bahan katun atau kaos.

Uasahakan jangan memakai celana dalam atau celana orang lain, karena hal ini memungkinkan terjadinya penularan infeksi jamur candida, trichomonas, atau virus yang cukup besar.

Jangan terlalu sering menggunakan panty liner, dan jangan terlalu lama, gantilah panty liner 2 jam sekali atau setiap kali cebok, atau bila sudah dirasa lembab atau basah.

Jika anda stres, ambilah waktu libur atau cuti, merilekkan sejenak fikiran, karena stres dapat menimbulkan keputihan, mengurangi kegiatan yang membuat letih, kepanasan dan banyak mengeluarkan keringat, segeralah mandi dan bersihkan daerah tubuh terutama daerah kemaluan anda.

 

Kepustakaan:

Ababa, M. 2003. Memahami Kesehatan reproduksi Wanita. iJakarta: Ercon

Manuaba, I.B. 2001. Memahami Kesehatan reproduksi Wanita. Jakarta: EGC

Manuaba, I. B. 2004. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: EGC

Kumsiran, 2011. Kesehatan reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika

M, Manan, EL. (2011). Miss V. Yogyakarta: Buku Biru

Army, Y. (2007). Media Sehat. Semarang: Arfmedia Group.

Bahari, Hamid.(2012). Cara Mudah Atasi Keputihan. Yogyakarta: Buku Biru.

Aplikasi kesehatan Perempuan versi 1.0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here