Home Kesehatan Pengertian, Jenis dan Dampak Stress Kerja

Pengertian, Jenis dan Dampak Stress Kerja

296
0
SHARE

Setiap orang pasti pernah mengalami stress. Banyak orang yang tidak menyadari ini karena stress selalu diawali oleh gejala yang sering dipandang remeh temeh. Dunia kerja yang menuntut mobilitas tinggi, sering kali menjadi pemantik utama timbulnya stress. Stress di tempat kerja bisa dikarenakan relasi dengan rekan kerja, atasan, jadwal kerja, tugas kerja, atau deadline.

Secara kebahasaan stress merupakan kata benda yang berarti gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh ketegangan. Bentuk ketegangan inilah yang berpengaruh terhadap kinerja.

Pengertian Stress

Menurut Hawari (2016: 17) stress adalah respon tubuh yang sifatnya non spesifik terhadap setiap tuntutan bebas atasnya. Misalnya bagaimana respon tubuh seseorang manakala yang bersangkutan mengalami beban pekerjaan yang berlebihan. Bila sanggup mengatasinya artinya tidak ada gangguan pada fungsi organ tubuh, maka dikatakan yang bersangkutan tidak mengalami stress. Tetapi sebaliknya bila ternyata mengalami gangguan pada satu atau lebih organ tubuh sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat menjalankan fungsi pekerjaannya dengan baik, maka disebut mengalami stres.

Secara spesifik, stres kerja adalah suatu keadaan yang bersifat internal, yang bisa disebabkan oleh tuntutan fisik atau lingkungan dan situasi sosial, yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol. Hasilnya, stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan sesorang untuk menghadapi lingkungan yang akhirnya mengganggu pelaksanaan tugas-tugasnya, berarti mengganggu kinerja/prestasi kerjanya. Segala kondisi pekerjaan yang dipersepsikan karyawan sebagai suatu tuntutan dan dapat menimbulkan stres kerja (Umam, 2012: 211). Stres merupakan suatu respons adaptif, dimoderasi oleh perbedaan individu, yang merupakan konsekuensi dari setiap tindakan, situasi, atau peristiwa dan yang menempatkan tuntutan khusus terhadap seseorang.

Sebagai kesimpulan dari definisi-definisi stres dan stres kerja secara spesifik, dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan perubahan kondisi fisik dan psikologis seseorang sebagai akibat dari respon adaptif terhadap keadaan lingkungannya yang kemudian dapat mengganggu pelaksanaan tugas-tugasnya/ pekerjaannya.

Jenis-jenis Stress

Quick dan Quick (1984) dalam Umam (2012: 205) mengelompokkan jenis stres menjadi dua, yaitu :

  1. Eustress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuan adaptasi dan tingkat performance yang tinggi. Di sisi lain, stres positif atau biasa disebut Eustress menciptakan tantangan dan perasaan untuk selalu berprestasi serta berperan sebagai faktor motivator yang kritis bagi banyak karyawan.
  2. Distress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat, negatif dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan dan kematian. Distress dan seringkali menghasilkan perilaku karyawan yang disfungsional seperti sering melakukan kesalahan, moral yang rendah, bersikap masa bodoh dan absen tanpa keterangan.

Baca Juga:

Tantangan Kinerja Perawat Di Era Globalisasi

loading...

Mengenal Penyakit Anemia

Dampak Stress Kerja

Pada umumnya stres kerja lebih banyak merugikan diri karyawan maupun perusahaan. Pada diri karyawan, konsekuensi tersebut dapat berupa menurunnya gairah kerja, kecemasan yang tinggi, frustrasi dan sebagainya (Ivancevich, 2001 dalam Tjokro dan Asthenu, 2014). Sebetulnya stress merupakan keadaan yang wajar karena terbentuk pada diri manusia sebagai respon dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dari diri manusia terlebih menghadapi jaman kemajuan segala bidang yang dihadapi dengan kegiatan dan kesibukan yang harus dilakukan, disalah satu pihak beban kerja di satuan unit organisasi semakin bertambah (Tjokro dan Asthenu, 2014). Akan tetapi stress yang tinggi dapat menurunkan prestasi, mengganggu pelaksanaan pekerjaan seseorang. Dimana seseorang kehilangan kemampuan untuk mengendalikan pekerjaan, menjadi tidak mampu mengambil keputusan dan perilakunya menjadi tidak teratur atau tidak disiplin. Paling ekstrim adalah prestasi kerja yang nol karena karyawan menjadi sakit atau tidak kuat bekerja lagi, putus asa, keluar atau melarikan diri dari pekerjaan dan mungkin diberhentikan.

KEPUSTAKAAN

Aini, Qurratul. 2014. The Influence of Workload and Work Stress to Patient Safety Attitude on Nurses. Journal of Biology, Agriculture and Healthcare Vol.4, No.28, 2014: 93 – 102.

Al-khasawneh, Akif Lutfi and Sahar Moh’d Futa. 2013. The Relationship between Job Stress and Nurses Performance in the Jordanian Hospitals: A Case Study in King Abdullah the Founder Hospital. Asian Journal of Business Management 5(2): 267-275, 2013.

Hawari, Dadang. 2016. Manajemen Stres Cemas dan Depresi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kalyoncu, Zeynep; Semra Guney; Mahmut Arslan; Salih Guney and Evren Ayranci. 2012. Analysis of the Relationship Between Emotional Intelligence and Stress Caused By The Organisation: A Study of Nurses. Business Intelligence Journal- July, 2012 Vol.5 No.2: 334-346.

Tjokro, Cythia Imelda dan Jean Rosa Asthenu. 2014. Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Stress Kerja terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Umum dr. M. Haulussy Ambon. Artikel Ilmiah. Ambon: Politeknik Negeri Ambon.

Tyczkowski, Brenda; Christine Vandenhouten; Janet Reilly; Gaurav Bansal; Sylvia M. Kubsch; and Raelynn Jakkola. 2015. Emotional Intelligence (EI) and Nursing Leadership Styles Among Nurse Managers. Nurs Admin Q Vol. 39, No. 2 (2015), pp. 172–180.

Umam, Khaerul. 2012. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here