Home Pendidikan Pengertian, Fungsi, dan Kemampuan Motorik Kasar

Pengertian, Fungsi, dan Kemampuan Motorik Kasar

533
0
SHARE
kemampuan motorik kasar

Pengertian Kemampuan Motorik Kasar

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.

Endang Rini Sukamti (2007: 72) menyatakan bahwa gerak motorik kasar terbagi menjadi tiga, di antaranya gerakan keterampilan non lokomotor, gerakan lokomotor dan gerakan manipulatif. Gerakan non lokomotor adalah aktivitas gerak tanpa memindahkan tubuh ke tempat lain. Contoh mendorong, melipat, menarik dan membungkuk. Gerakan lokomotor adalah aktivitas gerak memindahkan tubuh ke tempat lain. Contoh berlari, melompat, jalan dan sebagainya. Sedangkan gerakan manipulatif adalah aktivitas gerak manipulasi benda. Contoh melempar, menggiring, menangkap dan menendang.

Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak adalah Dynamic System Theory yang dikembangkan Thelen dan Whiteneyerr. Teori tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam anak mempersepsikan dalam otaknya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya. Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi dimotivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak faktor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkan untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika sistem syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.

Dari definisi di atas dapat kita simpulkan, bahwa kemampuan motorik kasar adalah kapasitas individu untuk melaksanakan tugas dalam pekerjaan tertentu baik mental maupun fisik. Kemampuan dan keterampilan memainkan peranan utama dalam perilaku dan kinerja individu dengan menggunakan otot-otot besar dalam melakukan pengendalian gerakan tubuh melalui gerakan lokomotor, non lokomotor dan manipulatif.

Baca juga:

Peningkatan Motivasi Belajar dengan Menggunakan Strategi Make A Match Kombinasi Talking Stick

Aspek Pragmatik: Tindak Tutur

Sedangkan arti lain dari kemampuan motorik kasar yang diungkapkan Gagne dalam Siregar (2010: 8), bahwa dalam keterampilan motorik seseorang atau anak belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu ciri khasnya adalah otomatisme, yakni gerakan yang berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. Pada usia 3 tahun sesuai dengan tahap perkembangan, anak pada umumnya sudah menguasai sebagian besar ketrampilan motorik kasar. Ketrampilan motorik anak pada usia 4-6 tahun mempunyai perbedaan dengan orang tua dalam hal (1) cara memegang, (2) cara berjalan dan (3) cara menyepak/ menendang. Pada anak cara memegang benda dengan cara yang khas, agar dapat dipergunakan secara optimal. Ketika orang dewasa berjalan, hanya memerlukan otot-ototnya yang diperlukan saja, sedangkan anak-anak berjalan seolah-olah semua tubuhnya ikut bergerak. Dalam menyepak/menendang, anak-anak menyepak bola diikuti dengan kedua belah tangannya yang ikut maju kedepan secara berlebihan. Masa lima tahun pertama adalah masa emas bagi motorik anak. Perkembangan ketrampilan motorik merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak secara keseluruhan.

Fungsi Motorik Kasar

Menurut Depdiknas (2008: 2) fungsi pengembangan motorik kasar anak TK adalah sebagai berikut :

loading...
  1. Melatih kelenturan dan koordinasi otot jari dan tangan.
  2. Memacu pertumbuhan dan pengembangan fisik/motorik, rohani dan kesehatan anak.
  3. Membentuk, membangun dan memperkuat tubuh anak.
  4. Melatih keterampilan/ketangkasan gerak dan berpikir anak.
  5. Meningkatkan perkembangan emosional anak
  6. Meningkatkan perkembangan sosial anak.
  7. Menumbuhkan perasaan menyenangi dan memahami manfaat kesehatan pribadi.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik

Menurut Sumantri (2005: 146) faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak yaitu:

  1. Perkembangan anatomi anak ditunjukkan dengan adanya perubahan kuantitas pada struktur tulang-belulang, proporsi tinggi kepala dan badan secara keseluruhan perkembangan motorik pada anak diperlihatkan dengan bertambahnya jumlah tulang-belulang yang berpengaruh pada semakin meningkatnya proporsi tinggi kepala dan berat badan pada anak tersebut.
  2. Perkembangan fisiologis ditandai dengan adanya perubahan secara kuantitatif, kualitatif dan fungsional dari sistem kerja hayati seperti kontraksi otot, peredaran darah dan pernafasan, persyarafan, produksi, kelenjar dan pencernaan. Pada anak otot berfungsi sebagai pengontrol motorik dan denyut jantung frekuensinya sekitar 140 denyut per menit. Seiring dengan bertambahnya usia anak, maka fungsi organ tubuh anak berubah menjadi lebih mantap.
  3. Perilaku motorik memerlukan adanya koordinasi fungsional antara persyarafan dan otot serta fungsi kognitif, afektif dan koleratif. Dua macam perilaku motorik utama yang bersifat umum harus dikuasai oleh setiap anak, yaitu : (a) Berjalan dan memegang benda merupakan jenis ketrampilan motorik dasar. (b) Bermain dan bekerja merupakan ketrampilan motorik penunjang. 

Kepustakaan

Sumantri, MS, M. Pd. 2005. Model Pengembangan Ketrampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Diriktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Robbins, Stephen P. 2006. Perilaku Organisasi, Edisi Kesepuluh. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Soelaiman. 2007. Manajemen Kinerja : Langkah Efektif Untuk Membangun, Mengendalikan dan Evaluasi Kerja Cetakan Kedua. Jakarta : PT. Intermedia Personalia Utama.

Sukamti, Endang Rini. 2007. Pengembangan Motorik Diktat : Yogyakarta FIK UNY

Siregar, Syofian. 2010. Statistik Deskriptif Untuk Penelitian. Jakarta : Rajagrafindo Persada.

Depdiknas. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Dikmenum Depdiknas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here