Home Psikologi Gejala Stress dan Manajemen Stress

Gejala Stress dan Manajemen Stress

255
0
SHARE
Gejala Stress dan Manajemen Stress

Stres biasanya diawali/ ditandai dengan gejala-gejala yang dapat terlihat pada seseorang yang mengalami stres. Orang yang mengalami stres menjadi nervous dan merasakan kekuatiran kronis. Mereka sering menjadi marah-marah, agresif, tidak dapat rileks atau memperlihatkan sikap yang tidak kooperatif.

Secara kebahasaan stress merupakan kata benda yang berarti gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh ketegangan. Bentuk ketegangan inilah yang berpengaruh terhadap kinerja.

Gejala-Gejala Stress

Seorang individu yang mengalami tingkat stres yang tinggi dapat mengalami tiga kategori gejala umum, yaitu :

  1. Gejala fisiologis : perubahan dalam metabolisme, meningkatkan laju detak jantung dan pernapasan, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala dan menyebabkan serangan jantung ;
  2. Gejala psikologis : ketidakpuasan, ketegangan, kecemasan, mudah marah, kebosanan dan suka menunda-nunda;
  3. Gejala perilaku : perubahan dalam produktivitas, absensi, tingat keluarnya karyawan, perubahan dalam kebiasaan makan, meningkatnya kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, bicara cepat, gelisah dan gangguan tidur.

Baca Juga:

Pengertian, Jenis  dan Dampak Stress Kerja

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

Manajemen Stress

Manajemen stres lebih daripada sekedar mengatasinya yakni belajar menanggulanginya secara adaptif dan efektif. Dari sudut pandang organisasi, manajemen mungkin tidak khawatir jika karyawannya mengalami stres ringan. Alasannya adalah pada tingkat stres tertentu akan memberikan akibat positif karena hal ini akan mendesak mereka untuk melakukan tugas lebih baik. Akan tetapi, tingkat stres yang tinggi atau stres ringan yang berkepanjangan akan menurunkan kinerja karyawan. Stres ringan akan memberikan keuntungan bagi organisasi tetapi dari sudut pandang individu, hal ini merupakan hal yang bukan diinginkan. Untuk itu diperlukan pendekatan yang tepat dalam mengelola stres, yaitu:

loading...

1. Pendekatan individual

Seorang karyawan dapat berusaha sendiri mengurangi level stresnya, yaitu dengan mengelola waktu, latihan fisik, latihan relaksasi dan dukungan sosial.

2. Pendekatan organisasional

Strategi yang dapat digunakan manajemen untuk mengurangi stres karyawannya adalah melalui seleksi dan penempatan, penetapan tujuan, redesain pekerjaan, pengambilan keputusan partisipatif, komunikasi organisasional dan program kesejahteraan. Melalui strategi tersebut, karyawan memperoleh pekerjaan sesuai dengan kemampuannya dan mereka bekerja untuk tujuan yang mereka inginkan serta adanya hubungan interpersonal sehat dan perawatan terhadap kondisi fisik dan mental.

Bahan Bacaan

Aini, Qurratul. 2014. The Influence of Workload and Work Stress to Patient Safety Attitude on Nurses. Journal of Biology, Agriculture and Healthcare Vol.4, No.28, 2014: 93 – 102.

Al-khasawneh, Akif Lutfi and Sahar Moh’d Futa. 2013. The Relationship between Job Stress and Nurses Performance in the Jordanian Hospitals: A Case Study in King Abdullah the Founder Hospital. Asian Journal of Business Management 5(2): 267-275, 2013.

Hawari, Dadang. 2016. Manajemen Stres Cemas dan Depresi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kalyoncu, Zeynep; Semra Guney; Mahmut Arslan; Salih Guney and Evren Ayranci. 2012. Analysis of the Relationship Between Emotional Intelligence and Stress Caused By The Organisation: A Study of Nurses. Business Intelligence Journal- July, 2012 Vol.5 No.2: 334-346.

Tjokro, Cythia Imelda dan Jean Rosa Asthenu. 2014. Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Stress Kerja terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Umum dr. M. Haulussy Ambon. Artikel Ilmiah. Ambon: Politeknik Negeri Ambon.

Umam, Khaerul. 2012. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here