Home Ekonomi Perdagangan Elektronik (E-Commerce) dan Bentuknya

Perdagangan Elektronik (E-Commerce) dan Bentuknya

292
0
SHARE
Ecommerce dan bentuknya

Era global pada saat ini memberikan dampak yang begitu besar di berbagai sektor kehidupan. Semua sektor dalam kehidupan dituntut untuk terus berkembang dengan cepat. Perkembangan paling pesat ialah pada sektor teknologi. Dimana pada sektor ini memberikan sumbangsih yang begitu besar dalam perkembangan global saat ini. Teknologi yang diciptakan berkembang seiring dengan kebutuhan manusia untuk memudahkan hidup dari yang sebelumnya (Hikmahanto Juwana, 2002:23).

E-Commerce bukan lagi barang baru. Sejarah mencatat sejak ditemukannya internet pada tahun 1969, kurang lebih 25 tahun setelahnya yakni pada tahun 1994 e-commerce untuk pertama kali diperkenalkan melalui penggunaan website sebagai media promosi dan periklanan. E-commerce merupakan model bisnis modern yang non-face (tidak menghadirkan pelaku bisnis secara fisik) dan non-sign(tidak memakai tanda tangan asli) (Niniek Suparni, 2001: 33).

Dalam transaksi ekonomi karena adanya internet sebagai tonggak era digital memberikan model baru dalam transaksi ekonomi. Transaksi ekonomi kini telah di padukan dengan teknologi internet yang kemudian sering di sebut e-commerce. E-commerce atau transaksi elektronik sebagaimana diatur dalam UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektrnoik pada pasal 1 angka 2, Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

Model transaksi ini dewasa ini kian di gemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena semakin bertambah pula pengguna internet di Indonesia. Dengan jumlah pengguna internet yang mencapai angka 82 juta orang atau sekitar 30% dari total penduduk di Indonesia, pasar e-commerce menjadi tambang emas yang sangat menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi ke depannya.

Pertumbuhan ini didukung dengan data dari Menkominfo yang menyebutkan bahwa nilai transaksi e-commerce pada tahun 2013 mencapai angka Rp130 triliun (startupbisnis.com, 2014). Hal ini di dukung pula dengan perkembangan usaha online yang meningkat tiap tahunnya. Perkembangan usaha perdagangan berbasis online (e-commerce) di Indonesia sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya hingga saat ini total jumlah e-commerce di Indonesia mencapai 26,2 juta (Septian Deny, 2016). Jumlah 26,2 juta pelaku usaha berbasis e-commerce tentu saja angka yang sangat fantastis di dalam model transaksi yang masih belia ini.

Baca juga:

Peran Profitabilitas dan Kinerja Perusahaan bagi Pertumbuhan Investasi di Indonesia 

Pengantar Komputasi

Bentuk E-Commerce

Setidaknya ada tujuh jenis dasar e-commerce atau bentuk bisnis e-commerce dengan karakteristik berbeda: Business-to-Business (B2B) B2B e-commerce meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan. Produsen dan pedagang tradisional biasanya menggunakan jenis e-commerce ini.

B2B merupakan jenis e-commerce yang menghubungkan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya  dalam melakukan transaksi. Umumnya e-commerce dengan jenis ini dilakukan dengan menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) dan email dalam proses pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi, atau pengiriman dan permintaan proposal bisnis.

loading...

EDI (Electronic Data Interchange) adalah proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya, dalam bentuk elektronik.

Business-to-Consumer (B2C)  B2C adalah jenis e-commerce antara perusahaan dan konsumen akhir. Hal ini sesuai dengan bagian ritel dari e-commerce yang biasa dioperasikan oleh perdagangan ritel tradisional. Jenis ini bisa lebih mudah dan dinamis, namun juga lebih menyebar secara tak merata atau bahkan bisa terhenti. Jenis e-commerce ini berkembang dengan sangat cepat karena adanya dukungan munculnya website serta banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang menjual beragam kebutuhan masyarakat.

Consumer-to-Consumer (C2C) merupakan jenis e-commerce yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen. Umumnya transaksi ini dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online untuk melakukan transaksi tersebut. Beberapa contoh penerapan C2C dalam website di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak dan Lamido. Disana penjual diperbolehkan langsung berjualan barang melalui website yang telah ada.

Consumer-to-Business (C2B) C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh dari transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional. Jenis e-commerce ini sangat umum dalam proyek dengan dasar multi sumber daya. Sekelompok besar individu menyediakan layanan jasa atau produk mereka bagi perusahaan yang mencari jasa atau produk tersebut. Contohnya adalah sebuah website dimana desainer website menyediakan beberapa pilihan logo yang nantinya hanya akan dipilih salah satu yang dianggap paling efektif.

Business-to-Administration (B2A) merupakan  jenis e-commerce yang mencakup semua transaksi secara online antara perusahaan dan administrasi publik. Jenis e-commerce ini melibatkan banyak layanan, khususnya di bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial, ketenagakerjaan, dokumen hukum dan register, dan lainnya. Jenis e-commerce ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan investasi yang dibuat melalui e-government atau pihak pemerintah.

Consumer-to-Administration (C2A),  jenis C2A meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan administrasi publik. Dalam prakteknya serupa dengan B2A, hanya saja C2A dilakukan oleh perorangan dengan pihak pemerintah.

Online-to-Offline (O2O), O2O adalah jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran online untuk toko fisik. O2O mengidentifiaksikan pelanggan di bidang online seperti email dan iklan internet, kemudian menggunakan berbagai alat dan pendekatan untuk menarik pelanggan agar meninggalkan lingkup online. Bentuk O2O bisa juga dipahami sebagai usaha mereplikasi barang atau jasa yang diperdagangkan oleh sebuah perusahaan.

Bahan Bacaan:

Hikmahanto Juwana, 2002, Hukum Ekonomi dan Hukum Internasional, Jakarta : Lentera

Hati Niniek Suparni, 2001, Masalah Cyberspace Problematika Hukum dan Antisipasi Pengaturannya, Jakarta: Fortun Mandiri Karya

Startupbisnis.com, 2014, Data Statistik Mengenai Pertumbuhan Pangsa Pasar E-Commerce di Indonesia Saat Ini, dalam https://startupbisnis.com/data-statistik-mengenai-pertumbuhan-pangsa-pasar-E-commerce-di-indonesia-saat-ini/, diakses pada 30 April 2018 pukul 19:22 WIB

Septian Deny, 2016, BPS: Jumlah e-Commerce di Indonesia Capai 26,2 Juta, dalam http://bisnis.liputan6.com/read/2602680/bps-jumlah-E-commerce-di-indonesia-capai-262-juta, diakses pada 30 April 2018, 18:04 WIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here