Home Pendidikan Pengertian, Jenis, dan Prosedur Permainan Kooperatif

Pengertian, Jenis, dan Prosedur Permainan Kooperatif

482
0
SHARE
Permainan kooperatif

Pengertian Permainan kooperatif

Permainan kooperatif menurut Papilaya (2008:387) adalah permainan dalam kelompok yang terorganisir untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya dalam sebuah permainan ada satu atau dua anak mengontrol anggota kelompok dan mengarahkan aktivitas permainan. Permainan pembagian kerja tiap anak mengambil peran yang berbeda dan saling melengkapi usaha yang lain.

Menurur Patmonodewo (2000:106) bermain kooperatif ialah dimana masing-masing anak memiliki peran tertentu guna mencapai tujuan bermain. Misalnya anak bermain toko-tokoan seorang anak berperan sebagai penjual dan yang lainnya sebagai pembeli. Apabila salah satu anak menolak dan berhenti maka kegiatan bermain tersebut akan berhenti.

Bermain kooperatif menurut Nugraha (2004:0.15) ialah permainan yang melibatkan sekelompok anak, dimana setiap anak mendapat peran dan tugas masing-masing yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpilkan bahwa permainan kooperatif adalah suatu kegiatan yang dilakukan anak yang melibatkan sekelompok anak, dimana setiap anak mendapakan peran dan tugas masing-masing serta tergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Jenis Permainan Kooperatif

Ada beberapa jenis permainan kooperatif yang dapat di pakai dalam meningkatkan kemampuan sosial anak antara lain:

  • Bermain Peran, dengan bermain peran maka anak mendapat tugas sesuai dengan peran yang di tentukan dan di harapkan dapat berinteraksi dengan baik dengan teman sebaya. Menurut Montolalu (2009:10.16) Bermain peran yaitu permainan yang memerankan tokoh-tokoh atau benda-benda sekitar anak sehingga dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan.
  • Bermain musang dan ayam, dalam permainan ini anak harus memerankan ayam, musang, dan pagar membentuk lingkaran. Si ayam berada dalam lingkaran sedangkan musang berada di luar lingkaran. Sebelum musang mengejar ayam, anak-anak bernyanyi sambil menceritakan tentang tokoh musang dan ayam ini sehingga seketika pintu pagar terbuka, musang mengejar ayam dan ayam lari menghindari musang.
  • Bermain bola, permainan ini dimainkan oleh dua tim. Kedua tim bertugas memasukkan bola ke gawang pemain lawan, setiap anak mempunyai tugas masing-masing di dalam kelompok. Ada yang bertugas sebagai kipper, ada yang bertugas sebagai penyerang, dan sebagai pemain bertahan. Permainan dilakukan sesuai aturan yang telah disepakati dengan di batasi waktu.

Manfaat Permainan Kooperaif bermain peran

Manfaat bermain peran menurut Karli (2002:72) yaitu:

  • Dapat mengembangkan dan melatih berbagai sikap, nilai, dan kemampuan sosial untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat.
  • Dapat melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam suasana belajar mengajar dengan melakukan permainan.
  • Dapat mengembangkan aktualisasi berbagai potensi diri yang telah dimiliki oleh siswa.
  • Siswa tidak hanya sebagai obyek belajar melainkan juga sebagai subyek belajar saat bermain karena siswa dapat menjadi tutor sebaya bagi siswa lainnya.
  • Siswa dilatih untuk bekerjasama, untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal bagi kesuksesan kelompoknya dalam bermain.
  • Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar memperoleh dan memahami pengetahuan yang dibutuhkan secara langsung, sehingga apa yang dipelajarinya lebih bermakna bagi dirinya.

Prosedur Bermain Peran

Dalam melaksanakan metode bermain peran ini agar berhasil dengan efektif, maka perlu mempertimbangkan prosedur pelaksanaannya. Menurut Chodijah (2012:64-65) prosedur pelaksanaan bermain peran dimaksud sebagai berikut :

loading...
  • Tahap pembukaan
  1. Guru menyiapkan alat.
  2. Guru bercakap-cakap tentang situasi peran yang akan dimainkan, dan berdiskusi dengan anak tentang peran yang akan dimainkan.
  3. Guru mengidentifikasi peran.
  4. Guru mendiskripsikan peran yang akan dimainkan.
  5. Guru memotivasi anak untuk mau memerankan satu peran.
  6. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih peran.
  7. Guru membagikan alat yang akan di gunakan anak dalam bermain peran. Misalnya anak yang berperan sebagai pembeli di beri tas untuk tempat membawa barang yang ia beli.
  8. Guru mempersilahkan anak bermain peran.
  • Tahap Inti
  1. Guru membimbing dan mengarahkan anak-anak yang akan memerankan tokoh sesuai perannya.
  2. Guru memberi motivasi kepada anak – anak agar senang dan berani melakukan perannya.
  3. Guru melihat anak yang bermain peran dan memberikan bantuan kepada anak saat anak menemukan masalah dalam bermain peran, bantuan dapat dengan cara verbal maupunn non verbal.
  • Tahap Penutup

Guru mengajak anak membereskan alat yang telah dipakai bermain, kemudian mengevaluasi kegiatan dengan mengajak anak untuk tanya jawab tentang apa yang telah anak lakukan dan merangsang anak untuk mengingat kembali pengalaman main dan saling menceritakan pengalaman mainnya. Guru melakukan tanya jawab pada anak tentang nilai sosial yang dapat di ambil kegiatan bermain peran yang telah dilaksanakan. Guru menjelaskan nilai sosial yang dapat diambil dalan kegiatan bermain peran. Dalam tahap ini anak diharapkan dapat meniru sikap sosial yang baik dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan nilai sosial budaya setempat. Selain itu dapat mengembangkan pemahaman anak mengenai orang –orang dan peranannya serta perilaku turut aktif dalam memecahkan masalah.

Kepustakaan:

Chodijah, Sri Ratna. 2012. Metode Bermain Peran dalam Mengembangkan Sosial, Emosional, an Kemandirian Anak Usia Dini. Diges Pendidik

Karli. Yuliariatiningsih. Pembelajaran kooperatif. Bandung: Nusa Media.

Montolalu, B.E.F. 2009. Bermain dan Permainan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.

Nugraha, Ali dan Rachmawati Yeni. 2004. Metode Pengembangan Sosial Emosional. Jakarta: Penerbitan Universitas Terbuka.

Papilaya. 2008. Model pembelajaraan kooperatif tipe TGT ( Teams Games Tournaments).www.journal.unipdu.ac.id . Diakses 29 April 2018 jam 21.05 WIB.

Patmonodewo, Soemiarti. 2000. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here