Home Ekonomi Urgensi, Fungsi dan Kegiatan Bank

Urgensi, Fungsi dan Kegiatan Bank

246
0
SHARE
bank

Dalam pembicaraan sehari-hari, bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito yang kemudian simpanan nasabah tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya (Kasmir: 2002, 37). Di samping itu bank juga dikenal sebagai tempat untuk menukar uang, memindahkan uang atau menerima segala macam bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik, telepon, air, pajak, uang kuliah dan pembayaran lainnya. Untuk lebih jelasnya maka akan di uraikan beberapa istilah tindak pidana menurut beberapa ahli (Kasmir: 2002, 45):

Adapun pengertian bank menurut Kasmir: Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut kepada masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya.

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 Pasal 1 Ayat 2 Tentang Perbankan :

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

 Menurut Malayu Hasibuan menjelaskan bahwa :

Bank adalah lembaga keuangan berarti bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan serta bermotifkan profit dan juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja.

Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Sehingga berbicara bank tidak terlepas dari masalah keuangan.

Baca juga:
Pasar Uang di Indonesia
Peran Profitabilitas dan Kinerja Perusahaan bagi Pertumbuhan Investasi di Indonesia

Urgensi Bank

Bank adalah sendi kemajuan masyarakat dan sekitarnya, tidak ada bank maka tidak akan ada kemajuan seperti saat ini. Negara yang tidak mempunyai banyak bank yang baik dan benar adalah negara yang terbelakang.

Malayu Hasibuan menyatakan bahwa bank sangat penting dan berperan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian suatu bangsa karena bank adalah (Hasibuan: 2008, 78):

  1. Pengumpul dana dari SSU dan penyalur kredit kepada DSU.
  2. Tempat menabung yang efektif dan produktif bagi masyarakat.
  3. Pelaksana dan memperlancar lalu lintas pembayaran dengan aman, praktis, dan ekonomis.
  4. Penjamin penyelesaian perdagangan dengan menerbitkan L/C.
  5. Penjamin penyelesaian proyek dengan menerbitkan bank garansi.
loading...

Fungsi dan Kegiatan Bank

Malayu Hasibuan menjelaskan bahwa fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat.  Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perbankan mempunyai tiga kegiatan utama, yaitu Malayu (Asikin Zainal: 1999, 85):

1. Menghimpun dana

Menghimpun dana (funding) maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari dana (uang) dengan cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Pembelian dana dari masyarakat ini dilakukan oleh bank dengan cara membuat berbagai strategi agar masyarakat mau menanamkan dananya. Jenis simpanan yang dapat dipilih oleh masyarakat adalah simpanan giro, tabungan, sertifikat deposito serta deposito berjangka dimana masing-masing jenis simpanan yang ada memiliki kelebihan dan keuntungan tersendiri. Strategi bank dalam menghimpun dana adalah dengan memberikan rangsangan berupa balas jasa yang menarik dan menguntungkan, seperti tingkat suku bunga. Bunga bank tersebut dapat berupa bunga bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional dan bagi hasil bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah. Kemudian rangsangan lainnya dapat berupa cendera mata, hadiah, pelayanan atau balas jasa lainnya.

2. Menyalurkan dana

Menyalurkan dana (lending) adalah memberikan kembali dana yang diperoleh lewat simpanan giro, tabungan dan deposito ke masyarakat dalam bentuk pinjaman (kredit) bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional atau pembiayaan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah. Dalam pemberian kredit disamping dikenakan bunga, bank juga mengenakan jasa pinjaman kepada penerima kredit (debitur) dalam bentuk biaya administrasi serta biaya provisi dan komisi. Sedangkan bank yang berdasarkan prinsip syariah berdasarkan bagi hasil atau penyertaan modal. Besar kecilnya bunga kredit sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya bunga simpanan. Semakin besar atau semakin mahal bunga simpanan, maka semakin besar pula bunga pinjaman dan demikian pula sebaliknya.

3. Memberikan jasa bank lainnya

Jasa lainnya yang diberikan oleh bank merupakan jasa pendukung atau pelengkap kegiatan perbankan. Jasa-jasa ini diberikan terutama untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya antara lainnya meliputi : 1) Jasa Setoran seperti setoran telepon, listrik, air, atau uang kuliah. 2) Jasa Pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun atau hadiah. 3) Jasa Pengiriman Uang (transfer). 4) Jasa Penagihan (Inkaso).

Kepustakaan:

Kasmir,2002, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Ed. 6, PT Raja Grafindo Persada: Jakarta, 2002, hlm. 37.

Malayu Hasibuan,2008, Bank Sebagai Pendorong Pertumbuhan Bangsa, PT. Inter Media: Jakarta, hlm 78.

Asikin Zainal, 1999, Pokok-Pokok Hukum Perbankan di Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,hal. 85

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here