Home Kesehatan Penyebab Diare Anak dan Penanganannya

Penyebab Diare Anak dan Penanganannya

394
0
SHARE
penanganan_diare_anak
ilustrasi

Banyak diantara kita beranggapan bahwa diare bukanlah penyakit yang mengkhawatirkan seperti serangan jantung, kanker, DBD, HIV, dan sebagaianya. Menurut World Healt Organization (WHO) diare menempati peringkat kedua penyebab kematian balita setelah pneumonia (radang paru-paru). Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Angela Kearney mengatakan penyakit diare pada anak sangat serius dampaknya. Anak akan mengalami kekurangan cairan, tubuhnya mengalami dehidrasi, sangat mempengaruhi nutrisi dan otak sehingga anak sulit berkonsentrasi saat belajar. Dr. Robin Nandy (2012).

Riset nasional menunjukkan, 31.4% dari kematian bayi dan 25.2% dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare. Diare dapat membunuh bayi dan balita bila menyebabkan dehidrasi tingkat berat dan terlambat mendapatkan penanganan.

Menurut WHO, Diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair (mencret sebanyak 3 kali atau lebih dalam 24 jam). Diare pada anak adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali sehari, disertai konsisten tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari 1 minggu (Cucu, 2016).

Beberapa bakteri dan virus dalam saluran pencernaan anak:  Etamuba Coli, Salmonella, Sigella (Bakteri), Enterovirus dan ratovirus (Virus), serta cacing dan jamur (parasit). Sebuah penelitian dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa 4 dari 5 anak terserang diare Rotavirus  yeng menyebabkan penyakit muntaber, minimal satu kali sebelum berusia 5 tahun.

Resiko apabila diare tidak segera ditangani adalah bias menyebabkan rasa sakit, kematian, juga bias menyebabkan malnutrisi, sehingga anak mengalami kekurangan gizi bahkan menuurnkan kecerdasannya karena anemia. (Fatchul, 2012)

Penyebab diare

Penyebab utama diare pada anak adalah infeksi virus dan bakteri atau parasit, namun ada juga diare yang disebabkan oleh alergi komponen makanan, keracunan, dan malabsorpsi nutrient (gangguan pada saluran pencernaan untuk menyerap nutrisi dan cairan secara memadai dari bahan makanan). Diare merupakan petanda adanya suatu Kuman yang membahayakan dalam saluran pencernaan anak, dan usus berusaha mengeluarkan kuman tersebut, sehingga terjadi diare (Fatchul, 2012)

Penyebab diare pada anak: (1) infeksi oleh bakteri, virus, atau parasit. (2) alergi terhadap makanan atau obat tertentu. (3) infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lainnya, seperti campak, infeksi telinga, infeksi tenggorokan, malaria, dll. (4) pemanis buatan.

Baca juga:
Anemia Saat Kehamilan: Proses Terjadinya, Pengaruh, Pencegahan, dan Penanggulangannya
Perkembangan Motorik Halus Pada Anak

Faktor yang menyebabkan anak Mengalami Diare:

1. Faktor Lingkungan

Diare disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat. Dua hal yang memicu timbunya diare, sarana air bersih dan pembuangan tinja. Jika lingkungan tempat tinggal anak tidak sehat dan tercemar kuman diare, serta perilaku manusia yang tidak sehat melalui makanan dan minuman yang tidak sehat, maka diare semakin mudah menyerang.

2. Faktor pendidikan

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa sekelompokibudengan status pendidikan SLTP ke atas mempunyai kemungkinan 1,25 kali memberikan cairan rehidrasioral dengan baik untuk anak dari pada ibu berpendidikan SD kebawah.

3. Faktor pekerjaan

Orang tua yang bekrja sebagai pegawai swasta atau pegawai negeri memliki tingkat pendidikan yang tinggi dari pada yang bekerja sebagai buruh atau petani. Ini semua berpengaruh pada penghasilan yang diperoleh. Akan tetapi, seorang ibu yang bekerja dan membiarkan anaknya diasuh oleh orang lain, mempunyai pengaruh resiko yang lebih besar terkena penyakit diare.

4. Faktor Usia Anak

Sebagian besar diare terjadi pada naka usia dibawah 2 tahun. Semakin besar usia anak, kemungkinan terkena diare semakin kecil, sebab lebih besar usia anak, mereka lebih bisa menjaga kesehatan tubuhnya dengan baik.

5. Faktor Gizi

Gizi seorang anak yang tidak mencukupi saat terkena diare, menyebabkan kadar gizi dalam tubuh semakin berkurang, sehingga memperparah diare yang dialami. Singga pengobata yang baik adalah dengan memperbaiki gizi dengan memakan makanan yang bergizi seimbang. Bayi dan balita yang gizinya kurang, menyebabkan bayi meninggal dunia karena dehidrasi dan malnutrisi.

loading...

6. Faktor Sosial Ekonomi

Sebagian besar anak yang terkena diare berasal dari keluarga besar dengan tingkat ekonomi menengah kebawah, kondisi rumah yang tidak sehat, serta tidak tersediannya air bersih.

7. Faktor Makanan dan Minuman

Banyak makanan dan minuman yang menjadi faktor utama timbulnya diare pada anak. Seorang anak akan memakan apapun yang disukai, tanpa mempedulikan kebersihan makanan atau minuman yang dikonsumsi. Kuku yang kotor juga menjadi tempat kuman penyebab penyakit. Karena itu tempat kuman tinggal dan berkembang biak.

Gejala Diare

Beberapa hal yang menyertai diare, antara lain: muntah, badan terlihat lesu dan lemah, panas, kurangnya nafsu makan,atau bahkan tidak memiiliki nafsu makan, keluarnya darah dan lendir saat Buang air besar.

Akibat infeksi virus, anak mengalami mual muntah sebelum diare. Infeksi datang tiba-tiba sehingga menyebabkan diare, muntah,tinja berdarah, demam, penurunan nafsu makan.  Selain itu, saat diare anak akan mengalami sakit perut dan kejang perut. Serta gejala lain seperti flu, nyeri otot /kejang, sakit kepala. Gangguan bakteri dan parasit mengakibatkan tinja mngandung darah atau bisa demam tinggi.

 bentuk_klinis_diare

Bentuk klinis diare

Akibat Diare

Akibat diare dan muntah terus menerus, mengakibatkan anak bisa dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). (1) untuk dehidrasi ringan menyebabkan anak bibinya kering. (2) dehidrasi sedang menyebabkan anak kulitnya keriput, sedangkan dehidrasi berat menyebabkan anak bisa menjadi syok. Bila anak mengalami dehidrasi berat, akan mengakibatkan nafasnya tampak sesak yang dikarenakan kekurangan zat basa (menderita asidosis) dan bila kekurangan eliktrolit bisa menyebabkan akan bisa kejang.

Ciri-ciri anak mengalami dehidrasi berat: matanya terlihat cekung, ubun-ubunya terlihat cekung (pada bayi), bibir dan lidahnya kering, tidak tampak air mata (walaupun sedang menangis), turgor berkurang (jika kulit perutnya buncit), nadi melemah, tangan dan kaki teraba dingin.

Klasifikasi_tingkat_dehidrasi_anak_dengan_diare
Klasifikasi tingkat dehidrasi anak dengan diare

Penanganan diare pada anak

  1. Jika bayi masih menyusu, terus memberikan ASI dan MP-ASI
  2. Berikan segera ½ – 1 gelas cairan oralit setiap anak buang air besar. Jika tidak ada, beri air matang, kuah sayur bening, dan air tajin.
  3. Berikan zinc setiap hari selam 10 hari berturut-turut: Untuk anak usia < 6 bulan 1 kali ½ tablet. Untuk anak usia 6-5 tahun berikan 1 kali 1 tablet.
  4. Beri MP-ASI atau makanan seperti biasa
  5. Jangan beri obat apapun kecuali dari petugas (Kemenkes, 2015)

Kepustakaan:

Kemenkes, 2015. Buku Kesehatan Ibu dan Anak.

Mufidah, Fatchul, 2012. Cermati penyakit-penyakit yang diderita anak usia sekolah. Jogjakarta: FlasBooks.

Wati, Cucu Sita. 2016.  Hubungan persepsi, tingkat pendidikan, dan sosial ekonomipadaibu dengan penanganan pertama diare pada balita dirumah pada wilayah puskesmas kemangkon. Jurnal fakultas Ilmu Kesehatan UMP. http://repository.ump.ac.id/729/2/CUCU%20SITA%20WATI%20BAB%20II.pdf

Buku saku. Pelayanan anak di rumah sakit. Pedoman bagi Rumah Sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/ Kota.

Dr. Drg. Magnadarina Destri Agtini, MPH. Morbiditas dan Mortalitas Diare pada Balita di Indonesia Tahun 2000-2007. Buletin Jendela Data & Informasi Kesehatan Volume 2, Triwulan 2, 2011

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here