Home Agama Tujuh Anjuran Nabi di Bulan Ramadhan

Tujuh Anjuran Nabi di Bulan Ramadhan

267
0
SHARE
amalan-bulan-ramadhan
Ilustrasi Ramadhan

Saat ini bulan ramadhan sudah memasuki hari kesepuluh akhir. Pada bulan yang penuh rahmat ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan-amalan untuk memperoleh limpahan ganjaran dari Allah SWT. Rasulullah Muhammad SAW, sebagai suri teladan bagi umatnya, memberikan contoh amalan-amalan yang harus dilaksanakan umat islam pada saat bulan ramadhan.

Adapun tujuh anjuran Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan meliputi:

Memperbanyak bersedekah

Menyedekahkan sebagaian harta adalah perbuatan yang mulia, sebab dari sebagian harta kita sesungguhnya terdapat hak-hak fakir miskin. Memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Nabi Muhammad sebagai suri teladan memperbanyak bersedekah pada saat bulan Ramadhan. Sebagaimana dalam hadits muttafaq ‘alaih yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas ra menyatakan bahwa, “Baginda Rasulullah SAW adalah orang yang amat pemurah. Pada bulan Ramadhan beliau menjadi lebih pemurah lagi.”

Memperbanyak I’tikaf

I’tikaf dapat diartikan berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah. I’tikaf sunnah dilakukan setiap waktu, tetapi yang paling utama (afdhal) jika dilakukan dalam bulan Ramadhan. I’tikaf pada bulan Ramadhan bisa dikatakan sebagai ruang perawatan khusus untuk menghilangkan kanker dosa dari dalam hati.

I’tikaf merupakan lingkungan khusus yang jauh dari noda dan kotoran dunia. Konon Rasulullah selalu melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Kemudian pada tahun di mana beliau meninggal dunia, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari. Ketika beliau tidak bisa i’tikaf, beliau kemudian menggantinya dengan I’tikaf sepuluh hari pertama di bulan Syawal. Tindakan Rasulullah itu merupakan bukti pentingnya ibadah i’tikaf. Kesungguhan Rasulullah untuk mengerjakan ibadah yang satu ini juga bisa menjadi motivasi bagi Anda untuk melakukan hal yang sama.

Memperbanyak membaca Al-Qur’an

Membaca Alquran sangat dianjurkan bagi setiap Muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Alquran, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). (HR Muslim).

Ada banyak keutamaan membaca Al Quran, terlebih pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Beberapa keutamaan itu diantaranya adalah selain semakin mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW selalu memperbanyak membaca Alquran di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadis Aisyah RA, ia berkata: “Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW membaca Alquran semuanya, shalat sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh, selain di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad).

loading...
Baca juga:
Pentingnya Puasa dalam Perspektif Berbagai Agama
Reinterpretasi Pandangan Agama Terhadap Krisis Ekologi

Mengakhirkan waktu sahur

Sebenarnya waktu sahur yang terbaik itu mendekati di akhir. Sedangkan ketika berbuka diutamakan berbuka di waktu awal. Namun masih banyak orang-orang menyepelekan waktu sahur. Mereka merasa berat untuk bangun sahur. Padahal di balik santap sahur terdapat banyak berkah. Ammar Ibnu Maimun berkata, ‘Para sahabat Nabi Muhammad SAW adalah mereka yang paling lambat waktu makan sahurnya’ (HR Baihaqi).

Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam Ramadhan)

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai). Bulan Ramadan, selain diwajibkan untuk berpuasa sehari penuh, malamya disunahkan untuk melakukan salat tarawih. Selain memperoleh pahala, salat tarawih juga akan menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu. “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Melaksanakan Ibada Umrah

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji. “Jika bulan Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan ibadah haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Menghidupkan sepuluh malam terakhir

Lailatul qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari pada seribu bulan. Menurut pendapat paling kuat, malam kemuliaan itu terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS al-Qadar [97]: 3).

Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda: “Dan barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari).

Yang dimaksud dengan menghidupkan lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca Alquran, zikir, berdoa, membaca shalawat, tasbih, istighfar, i’tikaf, dan lainnya. Aisyah RA berkata, ‘Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, ‘Bacalah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku.”

(Berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here