Home Kesehatan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus

Kepatuhan Diet Diabetes Melitus

228
0
SHARE
kepatuhan-diet-diabetes-melitus
Ilustrasi: Program diet

Diabetes melitus merupakan kelainan kronis defisiensi atau resistensi insulin yang absolut atau relatif. Diabetes melitus dapat ditandai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak (Saputra, 2014). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan DM merupakan gangguan sistem endokrin yang dicirikan dengan kadar glukosa dalam darah meningkat yang disebabkan oleh gangguan penghasil insulin dan penggunaan insuin.

Tujuan diet diabetes melitus menurut Almatsier (2005) adalah untuk membantu penderita memperbaiki kebiasaan pola makan dan aktivitas fisik untuk mengontrol metabolisme yang lebih baik. dengan cara: mempertahankan kadar gula dalam darah dekat dengan angka normal; mencapai dan mempertahankan kadar lemak serum normal; mencegah obesitas; mencegah komplikasi baik komplikasi akut maupun kronis; meningkatkan derajat kesehatan melalui gizi yang seimbang dan optimal.

Adapun syarat melakukan diet diabetes melitus menurut Almatsier (2005) adalah:

  1. Mempertahankan berat badan normal. Kebutuhan energi ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan untuk metabolisme basal sebesar 20-30kkal/kg BB normal, ditambah kebutuhan untuk aktivitas fisik dan keadaan khusus (kehamilan, laktasi dan ada atau tidaknya komplikasi).
  2. Kebutuhan protein normal 10-15% dari kebutuhan energi total.
  3. Kebutuhan lemak sedang 20-25% dari energi total, yang terdiri dari <10% berasal dari lemak jenuh, 10% dari lemak tidak jenuh ganda dan sisanya berasal dari lemak tidak jenuh tunggal.
  4. Kebutuhan karbohidrat 60-70%.
  5. Penggunaan gula murni dalam makanan dan minuman tidak diperbolehkan kecuali sebagai bumbu dalam jumlah yang terbatas.
  6. Penggunaan gula alternatif dalam jumlah sedikit. Terdapat 2 macam gula alternatif yaitu bergizi dan tidak bergizi, yang bergizi yaitu fruktosa, gula alkohol misalnya sorbitol, manitol, dan silitol, sedangkan gula tidak bergizi yaitu sakarin dan aspartam.
  7. Konsumsi serat disarankan 25 g/hari misalnya sayur dan buah.
  8. Penderita diabetes melitus yang tidak mengalami hipertensi diperbolehkan mengkonsumsi natrium yaitu 3000mg/hari, sedangkan yang mengalami hipertensi konsumsi natrium harus dikurangi.
  9. Vitamin dan mineral yang memadai, apabila konsumsi dari makanan sudah mencukupi tidak perlu mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral tambahan

Menurut Tjokroprawiro (2006), 3 hal penting yang harus diperhatikan pada penatalaksanaan diet penderita diabetes melitus adalah 3 J (jumlah, jadwal, jenis makanan) antara lain. J1: jumlah kalori harus habis sesuai dengan yang diberikan; J2: jadwal  makanan harus sesuai dengan jam makan yang telah ditentukan; J3: jenis makanan yang harus diperhatikan.

Baca juga:
Manifestasi Klinik Diabetes Melitus
Kurus Tak Menjamin Kita Bebas dari Obesitas

Jumlah kalori

1. Karbohidrat

Karbohidrat sebagai sumber energi utama untuk aktivitas sehari-hari sehingga dibutuhkan 60-70% dari seluruh total energi. Sumber karbohidrat misalnya beras, gandum, jagung, ubi, singkong, dan kentang (Almatseir, 2005).

Menurut Tjokroprawiro (2006) Perhitungan Percentage of Relative Body Weight (RBW) atau BBR ( Berat Badan Relatif) dalam penentuan gizi penderita diabetes melitus dengan rumus :

BBR = BB/ (TB-100)X100%

Keterangan:

BB= berat badan (kg)

TB= tinggi badan (cm)

Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan RBW antara lain undernutrition < 80%, kurus (underweight) <90%, normal (ideal) 90-100%, gemuk (overweight) > 110%, obesitas bila RWB >120% untuk obesitas ringan 120-130%, obesitas sedang 130-140%, obesitas berat >140%, dan obesitas morbid >200%.

Menurut Tjokroprawiro (2006) Pedoman jumlah kalori yang diperlukan bagi penderita diabetes melitus yang bekerja biasa

  • Kurus             : Berat Badan x 40-60 kalori
  • Normal           : Berat Badan x 30 kalori
  • Gemuk           : Berat Badan x 20 kalori
  • Obesitas         : Berat Badan x 10-15 kalori

Selain rumus di atas, bisa memakai rumus Brocca dengan menghitung Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT)

IMT=BB / (TB x TB)

Menurut Arisman (2011) Klasifikasi IMT antara lain : BB kurang dengan nilai IMT <13,5, BB normal dengan nilai IMT 13,5-22,9, BB lebih dengan nilai IMT ≥23,0, BB lebih dengan resiko dengan nilai IMT 23,0-24,9, obesitas I dengan nilai IMT 25-0-29,9 dan obesitas II dengan nilai IMT ≥30.

Kebutuhan kalori menurut Brocca dengan rumus sebagai berikut:

Berat Badan Ideal (BBI) = (TB-100) -10% (TB-100) x 1 kg

Status Gizi : BB Aktual x 100% / TB (cm) -100

  • BB kurang apabila : BB < 90% BBI
  • BB normal apabila : BB 90-100% BBI
  • BB lebih apabila    : BB 110-120% BBI
  • Gemuk apabila      : BB> 120% BBI

2. Lemak

Lemak sebagai simpanan energi bagi manusia. Berdasarkan bentuknya lemak dibedakan menjadi 2 jenis yaitu lemak padat (mentega, lemak hewani) sedangkan lemak cair (minyak kelapa), sedangkan sumber utama lemak antara lain minyak tumbuh-tumbuhan (minyak kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai), minyak hewani ( lemak daging dan ayam). Sumber lemak yang lain misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, susu, keju, dan kuning telur. Rekomendasi mengkonsumsi lemak 20-25% dari keseluruhan energi total. Penderita DM dianjurkan mengurangi makanan yang digoreng sebaiknya makanan yang direbus, dikukus, dipanggang, dan dibakar serta lebih baik menggunakan minyak tak jenuh (minyak kacang) (Almetseir, 2005).

loading...

3. Protein

Protein merupakan zat gizi yang penting untuk pertumbuhan dan pengganti jaringan yang rusak. Sumber protein berasal dari ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Rekomendasi mengkonsumsi lemak sebanyak 10-15% dari keseluruhan energi total. Anjuran bagi penderita DM makan makanan sumber protein nabati yaitu kacang-kacangan dan biji-bijian) (Almetseir, 2005).

4. Serat makanan

Diet tinggi serat dan tinggi karbohidrat sangat penting karena dapat menurunkan kadar kolesterol dan Low Densiti Lipoprotein (LDL). Dua jenis serat yaitu terlarut dan tak larut yang terlarut misalnya kacang-kacangan dan beberapa jenis buah-buahan, sedangkan yang tak larut didapat pada gandum, sereal, dan beberapa jenis sayuran serta buah. Rekomendasi konsumsi serat 40 g atau lebih (20 g/1000kkal) per hari. (A. Stewart Truswell & Jim Mann, 2012)

4. Vitamin dan mineral

Vitamin dan mineral berasal dari sayuran dan buah-buahan yang bermanfaat untuk melancarkan kerja tubuh. Apabila vitamin dan mineral sudah mencukupi tidak perlu ditambah dengan suplemen vitamin dan mineral (A. Stewart Truswell & Jim Mann, 2012).

5. Alkohol

Alkohol dapat meningkatkan resiko hipoglikemi pada penderita DM yang menggunakan obat hipoglikemik oral.

  • Alkohol tidak boleh dikonsumsi apabila kadar glukosa dalam darah belum terkendali, apabila kadar trigliserid darah meningkat, apabila kadar glukosa dalam darah belum terkendali, apabila kadar trigliserid darah meningkat, mengkonsumsi obat diabetes generasi pertama, menderita penyakit gastritis
  • Tidak diminum ketika perut kosong karena dapat berakibat hipoglikemi
  • Alkohol mengganggu kesadaran sehingga tidak patuh pada pola makan
  • Mengkonsumsi alkohol 10 g/hari bagi perempuan, dan 20 g/hari bagi laki-laki (A. Stewart Truswell & Jim Mann, 2012).

Jenis Makanan

Menurut Almatseir (2005) jenis makanan yang dapat dikonsumsi bagi penderita DM adalah.

1. Jenis makanan yang dianjurkan/diperbolehkan pada penderita DM

  • Sumber protein rendah lemak antara lain, sumber protein hewani (daging, ayam tanpa kulit, ikan, dan putih telur), sumber protein nabati (tempe, tahu, kacang ijo, merah, dan kedelai)
  • Sayuran (kangkung, sawi, kembang kol, labu, tomat, seledri, jamur kuping, ketimun dan selada)
  • Buah-buahan (jeruk siam, apel, pepaya, melon, jambu air, salak, semangka dan blimbing)
  • Susu rendah lemak (yogurt)
  • Sumber lemak dalam jumlah minim misalnya makanan yang mudah untuk dicerna. Makanan sebaiknya dipanggang, dikukus, disetup, direbus, dan dibakar.

2. Jenis makan yang dibatasi penderita DM

  • Sumber karbohidrat kompleks (nasi, jagung, gandum, ubi, kentang, singkong, sagu)
  • Sayur tinggi karbohidrat (buncis, kacang panjang, wortel, kacang kapri, daun singkong, daun pepaya, bayam, daun melinjo)
  • Buah tinggi kalori (nanas, mangga, anggur, sirsat, pisang, alpukat dan sawo)

3. Jenis makanan yang harus dihindari bagi penderita DM

  • Sumber karbohidrat sederhana (gula jawa, gula pasir, sirup, gula batu, jeli/puding, manisan, susu kental manis, minuman kemasan botol, es krim, madu, selai, kue yang manis, dodol, cake)
  • Sumber asam lemak jenuh (mentega, santan, keju krim, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, gorengan)
  • Mengandung kolesterol tinggi (kuning telur, jerohan, lemak daging, otak, durian, sosis, sarden)
  • Mengandung banyak natrium (ikan asin, telur asin, kecap)

Jadwal makan

Jadwal makan penderita DM seharusnya dilakukan secara rutin dalam waktu yang sama disetiap hari. Apabila jadwal makan pagi pukul 06.30-07.30WIB, maka hari berikutnya rutin pukul 06.30-07.30 WIB. Hal ini berlaku untuk jadwal makan siang 12.30-13.30 WIB dan malam 18.30-19.30 WIB harus rutin. Jadwal makan dilakukan secara rutin dapat mencegah fluktuasi kadar gula dalam darah. Selain jadwal makan yang perlu diperhatikan bagi penderita DM yaitu frekuensi makan 3x sehari (pagi, siang, dan malam). Ditambah selingan pagi pada pukul 09.31-10.30 WIB, selingan sore 15.31-16.30 WIB dan selingan malam 20.31-21.30 WIB (Tjokroprawiro, 2006).

Kepustakaan: 

A.Stewart Truswell & Jim Mann, S. T. (2012). Buku Ajar Ilmu Gizi alih bahasa Andry Hartono Editor edisi Bahasa Indonesia Mochamad Rachmad editor penelaras Cahya Ayu Agustin Etika Rezkina Ed-4 . Jakarta EGC.

Almatsier, S. (2005). Penuntun Diet . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lyndon, Saputra. (2014). Medikal Bedah Endokrin. Tangerang Selatan: Binarupa Aksara.

Tjokroprawiro, A. (2006). Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes Melitus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here