Home Bahasa Penggunaan Ragam Bahasa Yang Baik Dalam Penulisan Karya Ilmiah

Penggunaan Ragam Bahasa Yang Baik Dalam Penulisan Karya Ilmiah

720
0
SHARE
Penggunaan-ragam-bahasa-yang-baik-dalam-penulisan-Karya-Ilmiah
Ilustrasi: Tumpukan buku

Bahasa Indonesia merupakan bahasa dari bangsa kita yang sudah dipakai oleh bangsa Indonesia sejak dahulu kala sebelum Belanda menjajah Indonesia, namun tidak semua orang menggunakan tata cara atau aturan-aturan yang benar, salah satunya pada penggunaan bahasa Indonesia itu sendiri yang tidak sesuai dengan ejaan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh karena itu pengetahuan tentang ragam bahasa cukup penting untuk mempelajari bahasa Indonesia dan bisa diterapkan dengan baik sehingga identitas kita sebagai warga negara Indonesia tidak akan hilang.

Bahasa Indonesia wajib dipelajari tidak hanya oleh kalangan pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajarinya. Dalam bahasa Indonesia ada yang disebut ragam bahasa dimana ragam bahasa yaitu variasi bahasa Indonesia yang digunakannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan ada juga ragam bahasa tulisan, namun disini yang lebih ditekankan yaitu ragam bahasa lisan, dikarenakan benyak digunakan oleh kehidupan sehari-hari.

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.

Terkait dengan permasalahan di atas, maka penulis bermaksud mengangkat permasalahan dengan judul, “Penggunaan Ragam Bahasa Yang Baik Sangat Penting Untuk Penulisan Karya Ilmiah.”

Pentingnya Bahasa

Manusia merupakan makhluk sosial. Makhluk yang tidak dapat hidup sendiri atau individu.Manusia sangat membutuhkan manusia lain dalam menjalankan aktivitas. Salah satu contoh penggunaan bahasa yaitu komunikasi dengan orang lain. Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminologi mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikaasi diri.

Gorys Keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa juga mencakup dua bidang, yaitu bunyi vokal dan arti ataumakna. Bahasa sebagai bunyi vokal berarti sesuatu yang dihasilkan oleh alat ucap manusia berupa bunyi yang merupakan getaran yang merangsang alat pendengar. Sedangkan bahasa sebagai arti atau makna berarti isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan orang lain.

Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat Indonesia. Bahasa jugamenunjukkan perbedaan antara satu penutur dengan penutur lainnya, tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan denganadat-istiadat dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, fungsi bahasa juga melambangkan pikiranatau gagasan tertentu, dan juga melambangkan perasaan, kemauan bahkan dapat melambangkan tingkah laku seseorang. Tanpa adanya bahasa didalam kehidupan bermasyarakat, maka kita akan sulit untuk menyampaikan maksud dalam melakukan suatu tindakan. Baik itu secara langsung melalui ucapan yang keluar dari ucapan kita, ataupun tulisan yang kita tulis untuk disampaikan. Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.

Pengertian Ragam Bahasa

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menuruttopik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan,serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragamyang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalamkarya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalamsurat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.Sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitumasalah penggunaan bahasa baku dan tak baku.

Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor,atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi,seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku. Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, ragam bahasaterdiri dari: (1) Ragam bahasa lisan (2) Ragam bahasa tulis Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis. Jadi dalam ragam bahasa lisan, kita menggunakan lafal, dalam ragam bahasa tulis, kita menggunakan tata cara penulisan (ejaan).

Selain itu aspek tata bahasa dan kosa kata dalam kedua jenis ragam itumemiliki hubungan yang erat. Ragam bahasa tulis yang unsur dasarnya huruf, melambangkan ragam bahasa lisan. Oleh karena itu, sering timbul kesan bahwa ragam bahasa lisan dan tulis itusama. Padahal, kedua jenis ragam bahasa itu berkembang menjdi sistem bahasa yang memiliki seperangkat kaidah yang tidak identik benar, meskipun ada pula kesamaannya. Meskipun ada kedekatan aspek tata bahasa dan kosa kata, masing-masing memiliki seperangkat kaidah yang berbeda satu dari yang lain.

Sebab Terjadinya Ragam Bahasa

Ragam bahasa timbul seiring dengan perubahan masyarakat. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannnya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar.

Macam-Macam Ragam Bahasa

Ragam bahasa memiliki jumlah yang sangat banyak karena penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi tidak terlepas dari latar budaya penuturnya yang berbeda-beda. Selain itu, pemakaian bahasa juga bergantung pada pokok persoalan yang dibicarakan serta keperluan pemakainya. Ragam bahasa di bagi berdasarkan beberapa cara yang pertama berkomunikasi yaitu: (1) Ragam Lisan, dan (2) ragam tulisan, kedua berdasarkan cara pandang penutur yaitu: (1) Ragam dialek, (2) ragam terpelajar, (3) ragam resmi, dan (4) ragam tak resmi, berdasarkan pesan komunikasi yaitu (1) ragam politik, (2) ragam hukum, (3) ragam pendidikan, (4) ragam sastra,dan sebagainya.

Baca juga:
Teori dan Penerapan Semiotika
Aspek Pragmatik: Tindak Tutur

Ragam Bahasa Menurut Cara Berkomunikasi

1. Ragam Lisan

Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan,ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan,hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinyatidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam. Memakai bentuk sintesis. Pemakaian partikel secara konsisten Menghindari unsur leksikal yang terpengaruh bahasa daerah

2. Kelebihan ragam bahasa tulis :

  • Informasi yang disajikan bisa pilih untuk dikemas sebagai media atau materiyang menarik dan menyenangkan.
  • Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
  • Sebagai sarana memperkaya kosakata.
  • Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi ataumengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.
  • Kelemahan ragam bahasa tulis :
  • Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan tidak adaakibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
  • Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harusmengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cendrung miskin daya pikat dan nilai jual.
  • Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ ditolong, oleh karenaitu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.Contoh ragam tulis adalah, “Saya sudah membaca buku itu.” Contoh perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata).

Istilah lain yang digunakan selain ragam bahasa baku adalah ragam bahasa standar, semistandar dan nonstandar. Bahasa ragam standar memiliki sifat kemantapan berupa kaidah danaturan tetap. Akan tetapi, kemantapan itu tidak bersifat kaku. Ragam standar tetap luwessehingga memungkinkan perubahan di bidang kosakata, peristilahan, serta mengizinkan perkembangan berbagai jenis laras yang diperlukan dalam kehidupan modem (Alwi, 1998: 14).Pembedaan antara ragam standar, nonstandar, dan semi standar dilakukan berdasarkan:

loading...
  • Topik yang sedang dibahas,
  • Hubungan antarpembicara,
  • Medium yang digunakan,
  • Lingkungan, atau
  • Situasi saat pembicaraan terjadi

Ciri yang membedakan antara ragam standar, semi standar dan non-standard adalah sebagai berikut: – Penggunaan kata sapaan dan kata ganti, – Penggunaan kata tertentu, – Penggunaan imbuhan, – Penggunaan kata sambung (konjungsi), dan – Penggunaan fungsi yang lengkap. Penggunaan kata sapaan dan kata ganti merupakan ciri pembeda ragam standar dan ragam non-standar yang sangat menonjol. Kepada orang yang kita hormati, kita akan cenderung menyapa dengan menggunakan kata Bapak, Ibu, Saudara, Anda.

Jika kita menyebut diri kita,dalam ragam standar kita akan menggunakan kata saya atau aku. Dalam ragam non-standar, kita akan menggunakan kata gue. Penggunaan kata tertentu merupakan ciri lain yang sangat menandai perbedaan ragam standar dan ragam non-standar Dalam ragam standar, digunakan kata-kata yang merupakan bentuk baku atau istilah dan bidang ilmu tertentu. merupakan bentuk baku atau istilah dan bidang ilmu tertentu.

Penggunaan imbuhan adalah ciri lain. Dalamragam standar kita harus menggunakan imbuhan secara jelas dan teliti.Kelengkapan fungsi merupakan ciri terakhir yang membedakan ragam standar dan nonstandar.Artinya, ada bagian dalam kalimat yang dihilangkan karena situasi sudah dianggap cukupmendukung pengertian. Dalam kalimat-kalimat yang nonstandar itu, predikat kalimatdihilangkan. Seringkali pelesapan fungsi terjadi jika kita menjawab pertanyaan orang. Misalnya,

 Hai, Ida, mau kemana?”“Pulang.”Sering kali juga kita menjawab

“Tau.”untukmenyatakan„tidak tahu‟.

 Sebenarnya, pëmbedaan lain, yang juga muncul, tetapi tidak disebutkandi atas adalah Intonasi. Misalnya, pembeda intonasi ini hanya ditemukan dalam ragam lisan dantidak terwujud dalam ragam tulis. Beberapa penyusun buku seperti E.Zaenal Arifin dan S.AmranTasai (1999:18-19) mengatakan bahwa pada dasarnya, ragam tulis dan ragam lisan terdiri pulaatas ragam baku dan ragam tidak baku

Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya atau ragam bahasa yang dipakai jika kawan bicara adalah orang yang dihormati oleh pembicara, atau jika topik pembicaraan bersifat resmi (Misal: Surat-menyurat dinas, perundang-undangan, karangan teknis), atau jika pembicara dilakukan didepan umum. Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpangdari norma ragam baku.

Ragam Bahasa Berdasarkan situasi dan pemakaian

Ragam bahasa baku dapat beerupa : (1) ragam bahasa baku tulis dan (2) ragam bahasa baku lisan.dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkan tidak ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat.oleh karena itu,dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecepatan dan ketetapan didalam pemilihan kata,penerapan kaidah ejaan,struktur bentuk kata dan struktur kalimat,serta kelengkapan unsur-unsur bahasa didalam struktur kalimat.

Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelepasan kalimat.Namun,hal itu tidak mengurangi cirri kebakuannya.walaupun demikian,ketepatan dalam pilihan didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.

Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai.jika ragam bahasa lisan dituliskan,ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis,tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan,hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis.oleh karena itu,bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan cirri-ciri ragam tulis,walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis,ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis.kedua ragam itu masing-masing,ragam tulis dan ragam lisan memiliki cirri kebakuan yang berbeda.

Bahasa ragam standar memiliki sifat kemantapan berupa kaidah dan aturan tetap.akan tetapi,kemantapan itu tidak bersifat kaku.ragam standar tetap luwes sehingga memungkinkan perubahan dibidang kosa kata,peristilahan,serta mengizinkan perkembangan berbagai jenis laras yang diperlukan dalam kehidupan modem (Alwi,1998:14). Pembedaan antara ragam standar, nonstandard, dan semi standar dilakukan berdasarkan :

  • Topik yang sedang dibahas,
  • Hubungan antar pembicara,
  • Medium yang digunakan,
  • Lingkungan atau
  • Situasi saat pembicaraan terjadi.

Ragam bahasa adalah variasi penggunaan bahasa tergantung dari topik yang sedang di bicarakan dengan kawan bicara maupun pada saat situasi resmi. Kadang penggunaan bahasa yang ragam bahasa yang baik banyak di gunakan oleh kalangan terdidik, kalangan pejabat, maupun kalangan pengusaha. Sedangkan laras bahasa adalah kesesuaian bahasa dan fungsi pemakainya, dalam hal ini laras bahasa menitik beratkan pada media penggunaanya.

Kepustakaan:

Nasucha, Yakub dkk. 2014. Bahasa Indonesia: Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta: Media Perkasa

Bachman, dkk.1990. Keragaman Bahasa dalam Pembelajaran. Bandung: FPBS-UPI.

Dendy, Sugono, (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi  Keempat . Jakarta: Gramedia

Keraf, Gorys. 1994. Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Jakarta: Nusa Indah.

Leo, Sutanto. 2010. Kiat Jitu Menulis & Menerbitkan Buku. Jakarta: Erlangga.

Sarwono, Jonathan. 2010. Pintar Menulis Karangan Ilmiah. Yogyakarta: Andi.

Hasjim, Nafron & Tasai, Amran. 1992. Komposisi dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here