Home Ekonomi Akuntansi Pengertian Profitabilitas dan Rasio Profitabilitas

Pengertian Profitabilitas dan Rasio Profitabilitas

132
0
SHARE

Pengertian Profitabilitas

Menurut Umar (2002: 76), profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dari setiap penjualan yang dilakukan. Menurut Harahap S.S (1996: 90), profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba. Laba merupkan kelebihan penghasilan diatas biaya selama satu periode akuntansi atau jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain­lain dan kerugian dari penghasilan operasi.

Menurut Syamsudin (2000: 42), profitabilitas dapat diartikan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba yang berhubungan dengan penjualan, total aktiva, maupun hutang jangka panjang. Jadi dapat dikatakan bahwa profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba berdasarkan besarnya penjualan, total aktiva, modal jangka panjang.

Menurut Munawir (2000: 31), Rasio profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal bagi investor jangka panjang akan sangat berkepentingan dengan analisis profitabilitas.

Disebutkan juga oleh Sutrisno (2000: 23), rasio profitabilitas adalah merupakan hasil dari kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen, yang mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan.

Dapat disimpulakan bahwa rasio profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, yang berhubungan dengan penjualan, total aktiva maupun modal (Surya, 2012: 9). Menurut Syamsudin (2000: 59), Rasio profitabilitas adalah perbandingan antara laba perusahaan dengan ekuitas yang digunakan.

Menurut Sudarsi (2002: 119), menyatakan bahwa profitabilitas adalah merupakan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada ssat menjalankan operasinya. Manurung (2004: 209), mendefinisikan profitabilitas adalah menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

Profitabilitas Bank adalah suatu kemampuan Bank untuk memperoleh laba yang dinyatakan dalam presentase (Hasibuan, 2002: 55). Selain itu profitabilitas adalah alat untuk menganalisis atau mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh Bank yang bersangkutan (Dendawijayanti, 2009: 1).

Profitabilitas adalah indikator pengungkap posisi kompetitif sebuah Bank dipasar perbankan dan kualitas manajemennya. Profitabilitas memungkinkan Bank untuk mempertahankan profit resiko tertentu dan menyediakan landasan terhadap masalah jangka pendek (Bratanovie, 2011: 87).

Tingkat keuntungan bersih (net income) yang dihasilkan oleh Bank dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat dikendalikan (controlable factors) dan faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan (Muhammad, 2005: 278).

Controlable factor adalah faktor-faktor yang dipengaruhi oleh manajemen segmentasi bisnis (orientasinya kepada wholesale dan retail), pengendalian pendapatan (tingkat bagi hasil), keuntungan atas transaksi jual beli, pendapatan fee atas layanan yang diberikan dan pengendalian biaya-biaya (Muhammad, 2005: 278).

Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalah merupakan hasil dari kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen, yang mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan (Sutrisno, 2000: 30).

Menurut Sundjaja (2003: 49), rasio profitabilitas antara lain adalah sebagai berikut :

1. Return On Asset (ROA), diukur dengan laba bersih setelah pajak dibagi total aktiva yang dimilikinya.

Rasio ini diperoleh dari rumus :

Return on Asset merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen Bank dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar ROA maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai Bank tersebut dan semakin baik pula posisi Bank tersebut dari segi penggunaan asetnya (Harahap, 2000: 57).

Semakin besar ROA suatu Bank, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai Bank tersebut dan semakin baik pula posisi Bank tersebut dari segi penggunaan aset (Siamat, 2005: 18). Ketentuan Bank Indonesia   ROA dianggap baik bila sama dengan atau lebih dari 1,5 %.

2. Return On Equity (ROE), diukur dengan laba bersih setelah pajak dibagi modal/ ekuitas Bank.

Rumus :

Return on Equity yaitu merupakan indikator untuk mengukur kemampuan manajemen dalam mengelola modal yang tersedia untuk mendapatkan keuntungan (Harahap, 2000: 310).

loading...

Semakin tinggi rasio ini semakin baik perusahaan dalam menghasilkan profitabilitas, jadi informasi ROE yang mengidentifikasi tingkat kemampuan perusahaan menggunakan modalnya untuk memperoleh pendapatan bersih, akan di respon oleh investor, baik secara positif maupun negatif (Harahap, 2000: 310).

3. Net Profit Margin (NPM).

        Net profit margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat keuntungan yang diperoleh Bank dibandingkan dengan pendapatan yang diterima dari kegiatan operasionalnya (Sundjaja, 2003: 49).

Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

4. Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).

Rasio beban operasional adalah perbandingan antara biaya beban operasional dan pendapatan operasional. Rasio biaya beban operasional digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya  (Fransisca, 2008: 1).

Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Bahan Bacaan:

Fransisca, Mikha dan Agustanto, Heru. (2008). Analisis Rasionalitas Investor dalam Pemilihan Saham dan Penentuan Portofolio Optimal dengan Menggunakan Model Indek Tunggal di Bursa Efek Jakarta. Fokus Manajerial. Volume 6, Nomor 1.

Harahap, S. S. (1996). Teori Akuntansi Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara. Menggunakan Odel Indek Tunggal Di Bursa Efek Jakarta. Fokus Manajerial. Volume 6. Nomor 1.

Hasibuan, Malayu. (2002). Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Manurung, Mandala dan Prathama Rahardja. (2004). Uang, Perbankan dan Ekonomi Moneter.  Jakarta: Fakultas Ekonomi UI.

Muhammad. (2005).  Bank Syariah : Prospek dan Pengembangan Di Indonesia,    Yogyakarta: Graha Ilmu.

Muhammad. (2005). Konstruksi Mudharabah Dalam Bisnis Syariah, Mudharabah Dalam Wacana Fiqih dan Praktik Ekonomi Modern (Edisi Pertama).     Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Munawir. (2000).  Analisis Laporan Keuangan. Jogjakarta: Liberty.

Siamat, Dahlan. (2005). Manajemen Lembaga Keuangan Edisi Ke Lime. Jakarta:   lembaga Penerbit FE UI.

Sudarsi, Sri. (2002). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividen Payout Ratio Pada Industri Perbankan yang Listed di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Jurnal Bisnis Dan Ekonomi. Diterbitkan Oleh Universitas Kristen Maranatha. Bandung.

Surya, Raja. Adri. Satriawan. (2012). Akuntansi Keuangan Versi IFRS, Edisi 1. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sutrisno. (2000). Manajemen Keuangan. Jogjakarta: Ekonosia.

Syamsudin, Lukman. (2000). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Umar, Husein. (2002). Riset Sumber Daya Manusia, Cetaakan Ke Empat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here